Keratosis Aktinik Adalah Penyakit Kulit

 

Pernahkah kamu mendengar tentang keratosis aktinik sebelumnya? Apa itu keratosis aktinik? Dilansir dari halodoc.com keratosis aktinik adalah keadaan kulit yang kasar dan bersisik akibat paparan ultraviolet dari sinar matahari dalam waktu lama dan biasanya selama bertahun-tahun. Kondisi ini terjadi pada wajah, bibir, telinga, kulit kepala, leher, kaki atau lengan. Menurut alodokter.com keratosis aktinik adalah kondisi kulit menjadi kasar, bersisik dan menebal sebagai akibat dari paparan sinar matahari dengan jangka waktu lama atau karena menggunakan alat tanning untuk menghitamkan kulit. Keratosis aktinik juga memiliki nama lain yaitu solar keratosis. Penyakit ini biasanya dialami oleh orang dengan usia empat puluh tahun ke atas dan orang yang sering beraktivitas di bawah sinar matahari dalam waktu lama. Kondisi ini juga memiliki potensi menyebabkan kanker kulit.

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kamu menderita penyakit ini di antaranya adalah berusia lebih dari empat puluh tahun, tinggal di daerah yang tinggi dengan paparan sinar matahari, memiliki riwayat terkena paparan sinar matahari yang sering atau terlalu lama, memiliki riwayat actinic keratosis atau kanker kulit, memiliki rambut pirang dan mata yang berwarna, memiliki daya tahan tubuh yang rendah, seperti dalam terapi kemoterapi, mengidap keganasan, HIV/AIDS dan obat-obatan penurun daya tahan tubuh.

READ  Mengenal Lebih Mendalam Informasi Seputar Ciri-Ciri Infeksi Kulit

Bagaimana dengan penyebabnya? Penyebab keratosis aktinik adalah paparan sinar matahari dalam durasi waktu yang lama. Namun terdapat penyebab lainnya yang lebih berbahaya seperti radiasi ultraviolet dari lampu salon tanning. Selain itu paparan ekstensif terhadap X-ray atau sejumlah bahan kimia industri dapat menjadi pemicu penyakit ini.  Lalu apa saja gejalanya? Menurut alodokter.com gejala dari penyakit ini umumnya timbul pada bagian kulit yang sering terpapar langsung cahaya matahari. Gejala lainnya adalah seperti kulit bersisik, kasar dan menebal, kulit berubah warna menjadi kemerahan atau kecokelatan dan area kulit yang mengalami kelainan berdiameter 2,5 cm atau lebih kecil. Penyakit ini juga menyebabkan rasa sakit dan gatal serta panas di sekitar area kulit. Kelainan pada kulit ini biasanya terjadi di kulit, kepala, wajah, bibir dan punggung tangan. Selain itu bagian kulit dapat rata atau sedikit menonjol, dapat berwarna kemerahan atau kecokelatan, dan dapat terasa gatal atau ada sensasi terbakar. Menurut hellosehat.com dalam banyak kasus, keratosis aktinik dianggap sebagai tahap ‘in situ’ lesi karsinoma sel skuamosa, yang berarti lesi tersebut berbatas di satu lokasi hingga tidak menyerang jaringan lainnya.

READ  Kenali Penyakit Epidermolisis Bulosa Yang Menyerang Kulit Tubuh Manusia

Lalu bagaimana cara mengobatinya? Kapankah kamu harus mengunjungi dokter? Keratosis aktinik adalah penyakit yang umumnya dapat sembuh dengan sendirinya. Kamu dapat menggunakan tabir surya dan pelembab kulit untuk menghindari kontak langsung antara sinar matahari dan kulit, ini juga dapat menghindari kondisi kulit agar tidak semakin parah. Namun dalam beberapa kasus keratosis aktinik memerlukan penanganan khusus dan konsultasi dengan dokter. Jenis pengobatan dapat dilakukan tergantung keparahan gejala yang dialami. Dokter akan memilih rekomendasi terapi berdasarkan kelihan dan kondisi dari kulit pengidap. Pengobatan dengan obat biasanya menggunakan salep untuk mengurangi gejala. Pada terapi intervensi yang dapat dilakukan sebagai berikut. Kuretase dan electrosurgery, yaitu dengan cara mengikis pertumbuhan kulit abnormal. Cryosurgery yang disebut juga dengan krioterapi yang dilakukan dengan cara menggunakan nitrogen cair untuk membekukan pertumbuhan kulit. Terapi ini biasanya membutuhkanw atku penyembuhan selama tujuh sampai empat belas hari. Laser resurfacing dengan melakukan penembakan cahaya laser untuk menghancurkan lapisan kulit yang paling atas dan diharapkan akan tumbuh kembali jaringan kulit normal. Shave excision, tindakan ini dilakukan untuk mengangkat pertumbuhan kulit dan dilakukan pemeriksaan untuk kemungkinan keganasan.

READ  Eritema Multiforme Adalah Infeksi Kulit Berbahaya. Yuk Cari Tahu di Sini!

 

Sumber: halodoc.com