Eritema Multiforme Adalah Infeksi Kulit Berbahaya. Yuk Cari Tahu di Sini!

 

Eritema adalah salah satu kondisi kulit yang ditandai dengan ruam atau kemerahan. Eritema sendiri memiliki beberapa jenis dengan penyebab dan cara mengobatinya. Di antaranya eritema nodosum, eritema multiforme, dan fotosensitivitas. Akan tetapi, yang dibahas kali ini adalah eritema multiforme.  Untuk mengetahui apa itu eritema multiforme, yuk simak penjelasan di bawah.

Pengertian eritema multiforme

Eritema multiforme adalah reaksi hipersensitivitas yang  biasanya disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks. Selain itu, Eritema multiforme juga dipicu pneumonia mycoplasma. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh penggunaan obat-obatan.

Eritema multiforme sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu minor dan mayor. Gejala yang terjadi eritema multiforme mayor seperti demam, menggigil, nyeri sendiri, tubuh terasa lemah, disertai timbulnya lesi kulit dengan sensasi rasa perih dan gatal yang menyebar ke seluruh tubuh. Sedangkan eritema multiforme minor Anda tidak akan mengalami gejala apa pun, selain demam ringan dan gatal pada ruam tersebut.

READ  Ruam di Kulit, Kenali berbagai penyebab Eritema Multiforme

Dilansir dari laman Hello Sehat eritema multiforme atau EM adalah salah satu penyakit kulit langka yang terjadi pada siapa saja, meski pada umumnya menyerang anak-anak. Gejala EM yang terjadi pada orang dewasa biasanya pada usia 20-40 tahun. Penyakit ini cenderung menyerang laki-laki daripada wanita. Penyakit eritema multiforme adalah salah satu penyakit yang tidak menular, jadi Anda tidak perlu khawatir berdekatan dengan seseorang yang menderita penyakit ini.

Ada banyak virus yang menyebabkan kondisi ini, seperti herpes varicella zoster atau cacar air, virus hepatitis, parapoxvirus, cytomegalovirus, HIV, infeksi jamur dermatofitosis, dan reaksi vaksin. Dilansir dari lama Hallodoc tidak ada perawatan khusus yang diperlukan untuk kasus eritema multiforme. Namun, pengobatan penyakit ini disesuaikan dengan penyebabnya.

READ  Kenali Penyakit Epidermolisis Bulosa Yang Menyerang Kulit Tubuh Manusia

Eritema multiforme berat dibagi menjadi dua tipe, yaitu:

  1. Toxic Epidelman Necrolysis (TEN). Pada tipe ini,  jika terkena infeksi kulit akan mengelupas dan bernanah.
  2. Sindrom Srevens-Johson (SJS). Gejalanya mirip dengan TEN, tetapi SJS dapat disertai batuk, lepuhan pada mulut, demam, mukosa hidung, mata, vagina, serta anus.

Kondisi ini bisa dikatakan gawat darurat, jika tidak segera ditangani bisa mengancam nyawa penderitanya. Mendapat imunisasi vaksin hepatitis B ternyata juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami eritema multiforme.

Gejala dan tanda eritema multiforme, seperti:

  • Tidak enak badan
  • Demam ringan
  • Kulit gatal-gatal
  • Lesi kulit yang timbul tenggelam
  • Mata merah
  • Mata kering
  • Rasa sakit di dalam mulut
  • Penglihatan terganggu

Kemungkinan tidak semua gejala dan tanda disebutkan di atas, bahkan dokter dapat mendiagnosis dari ciri benjolan. Dokter akan memeriksa kulit penderita untuk menentukan apakah benar benjolan tersebut diakibatkan oleh eritema multiforme. Namun, biasanya penderita akan dirujuk ke dokter spesialis kulit untuk didiagnosis secara akurat. Selain itu, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien, faktor risiko tertentu, atau penyakit yang berkaitan dengan eritema multiforme.

READ  Kenali komposisi kosmetik yang berbahaya

Jika Anda atau bahkan kerabat Anda mengalami gejala dan tanda yang disebutkan di atas, segera hubungi dokter terdekat. Namun, jika dicurigai mengalami eritema multiforme mayor atau SJS Anda akan dirujuk ke rumah sakit sesegera mungkin. Dikarenakan dua kondisi ini bisa berakibat fatal. Dalam kasus EM mayor yang parah, dokter harus mengobati masalah dehidrasi atau edema dan pernapasan.

Perlu diketahui, secara umum terapi alternatif bukan pilihan utama dalam pengobatan penyakit eritema multiforme. Sangat disarankan segera menghubungi dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

 

Sumber gambar flickr.com